mengawali hari dengan senyuman, menangis di penghujung malam pergi sendiri seakan-akan bayangan tak mengikuti. dunia ku masih milik mu, hari-hari ku masih memuja mu.
kapankah engkau mengerti bahwa aku yang paling mencintaimu tanpa kau sadari, aku menunggumu.
langit malam menjadi saksi bisu kesendirian ku, tembok kamar menjadi teman curhat dan penat ku. aku disini sendiri untuk menanti sesosok bidadari datang menyambut isi hatiku.
kau, kau satu-satunya bidadari itu. akankah kau datang? akankah kau mengerti?
terkadang aku ingin pergi dari kesendirian ini tapi hatiku berteriak untuk menunggumu. aku lelah, aku letih untuk penantian ini.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar